Menjadi Suami & Istri yang Baik

“Menjadi suami yang baik (termasuk menjadi istri yang baik) tentu bukan sebuah final, tapi poses yang terus-menerus yang harus dibangun antara suami dan istri. Proses itulah yang indah. Dan, semakin indah karena proses itu menjadikan keduanya setiap hari semakin baik. Karena ada usaha di dalamnya. Karena ada doa kepada-Nya. Terus-menerus.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Iklan

Ikhlas Mengabdi

“Aku tidak akan mengabdi kepada Tuhan, seperti seorang buruh yang selalu mengharapkan gaji.” (Rabi’ah al-‘Adawiyah).

Dzikir dan Karunia

“Bagaimana mungkin kita tidak banyak berdzikir, sedangkan setiap tarikan nafas ini adalah karunia-Nya.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Di antara Ibadah yang Utama

“Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama.” (Umar bin Abdul Azis).

Hati-Hati Hoaks

“Jika mendapatkan informasi, cek dulu kebenarannya; jangan buru-buru berkomentar, apalagi langsung menyebarkan.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Lebih Baik

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tetapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar.” (Umar bin Khattab r.a.)

Dakwah itu Mengajak dengan Penuh Kasih Sayang

“Dakwah itu mengajak. Mari kita lakukan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Bukan dengan paksaan dan hinaan.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Tidur pun Mencari Pahala

“Sesungguhnya aku mencari pahala pada waktu tidurku sebagaimana aku mencarinya pada waktu terjagaku.” (Mu’adz bin Jabal).

Husnul Khatimah

“Rel kereta api itu panjang dan lurus, tapi tetap ada ujungnya. Demikian pula dengan jalan hidup kita. Bisa panjang, bisa pendek; bisa lurus, bisa berbelok-belok. Terpentingnya adalah: mari kita berupaya dan berdoa, semoga ujungnya husnul khatimah.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Amalan yang Disertai Takwa

“Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, karena sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa.” (Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah).