Pentingnya Berbekal

“Waktu terasa begitu cepat. Tidak sedikit sebagian kita yang merasa tiba-tiba sudah tua. Maka, mari terus bersiap sedia. Jangan sampai kita kaget: tiba-tiba harus menghadap Allah ‘Azza wa Jalla; sementara belum banyak bekal amal karena-Nya.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Orang Islam yang Paling Utama

Abu Musa r.a. berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang Muslim lainnya selamat dari lidah dan tangannya.” (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari).

Tawadhu’

“Godaan berat bagi yang suka puasa sunnah, banyak sedekah, ahli ibadah adalah ‘merasa lebih baik’; maka siapa pun harus terus belajar tawadhu’.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Inspirasi Menjadi Umat Nabi Saw. yang Baik

“Ya Allah, seandainya Engkau akan mengadili kelak pada hari kiamat, maka jangan Kau adili aku di dekat Nabi Muhammad. Sebab, aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya, padahal hidupku penuh dengan perbuatan dosa.” (Muhammad Iqbal).

Aib

“Di hadapan manusia bila terjadi aib kita bisa menutup mata. Namun, siapakah yang bisa bersembunyi di hadapan-Nya?” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Jangan Membenci Orang yang Berbuat Dosa

“Janganlah engkau membenci orang yang berbuat dosa. Sebab, bisa jadi sebelum meninggal dunia dia bertaubat kepada Allah dan diterima maka dia menjadi orang yang tinggi derajatnya.” (Dzun Nun Al-Misri).

Adil

“Jangan pernah berlaku zhalim. Untuk itu, mari bersikap adil. Dan, tak mungkin ada keadilan, bila kita masih menyimpan kebencian.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Dada yang Tidak akan Jernih

“Dada seseorang tidak akan jernih bila hatinya masih memendam rasa dengki dan hasud, terlebih menyimpan amarah dan kemarahan kepada sesama, apalagi kepada insan sesama Muslim.” (Imam Ahmad Rifa’i).

Indah

“Berdoa adalah wujud hubungan yang indah antara hamba kepada Tuhannya.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Cara Mengingatkan

“Mengingatkan saudaramu secara khusus (berdua saja) adalah menasihati dan memperbaiki; mengingatkannya di depan umum adalah menghinakan dan mempermalukan.” (Imam Safi’i).