Jangan Membuat Orang Berprasangka

“Barang siapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.” (Umar bin Khattab r.a.)

Kebajikan yang Ringan

“Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lembut.” (Umar bin Khattab r.a.)

Masjid dan Bukti Cinta

“Masjid itu rumah Allah ‘Azza wa Jalla. Maka, bila kita cinta kepada-Nya, mengabdi kepada-Nya, mari dengan senang hati ikut menjaga kebersihannya, termasuk membersihkan tempat wudhunya, kamar kecilnya, ikut pula menata keindahan tamannya. Agar hidup kita penuh keberkahan dari-Nya.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Karena Allah dan Rasul-Nya

“Patuhilah aku selama aku patuh kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Bila aku tidak mematuhi Allah Swt. dan Rasulullah Saw. maka jangan patuhi aku lagi.” (Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.)

Keluhuran Akhlak

“Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang terbaik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku, tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku.” (Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.)

Merasa Paling Benar

“Merasa paling benar sendiri itu sungguh penyakit yang menggerogoti jiwa, merusak iman, dan menggelapkan hati.” (Akhmad Muhaimin Azzet).

Bukti dari Ibadah

“Janganlah kalian melihat pada puasa dan shalat seseorang, tetapi lihatlah pada kejujuran perkataannya apabila berbicara, keamanahannya apabila diberi amanah, kesederhanaannya apabila mendapat keluasan dunia.” (Umar bin Khattab r.a.)

Sahabat, Mas Andi Bombang

Ada seorang sahabat, yang meski sudah meninggal dunia, rasanya masih deket saja, namanya Mas Andi Bombang, biasa dipanggil ABang, lahu al-Faatihah…

Menganiaya

“Jauhilah dari terjerumus di dalam berbagai penganiayaan terhadap hamba Allah berupa apa saja. Sebab, setiap penganiayaan itu pasti tercatat dan tidak akan ditinggal (dibiarkan) oleh Allah Swt.” (Abu Ishak Ibrahim Al-Mabtuly).

Rendah Hati

“Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapa pun.” (Fudhail bin Iyadh).