“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Iklan

About Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.

2 responses »

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Dua hal ini memang sukar diamalkan oleh manusia sesungguhnya. Apa pun yang ada di depan mata kita pasti ada sahaja yang ingin kita komentari. Untuk berdiam diri sahaja perlukan kesabaran ya. Kita ini memang makhluk yang suka bercakap2…hehehe. Mudahan sahaja tidak menyakitkan orang lain kerana akan ada penyesalan kalau tersilap kata.

    Salam takzim dari Sarikei, Sarawak.

    Suka

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Betul sekali, Mbak Fatimah, sebagai makhluk sosial manusia tentu mempunyai kebutuhan untuk bercakap-cakap. Akan tetapi, semoga kita bisa memilih percakapan yang baik-baik, komentar yang tidak menyakitkan hati orang lain. Bila ada kemungkinan percakapan atau komentar itu tidak baik tentu diam adalah pilihan yang baik.

      Terima kasih banyak ya, Mbak, salam takzim juga dari Jogja.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s