“Bilamana seseorang telah melepaskan diri dari kesalahan yang bersifat lahiriah, misalnya mencuri, berzina, mabuk, bukan berarti bisa berlepas dari kewaspadaan menjaga diri. Ada kesalahan yang harus lebih diwaspadai karena sifatnya samar. Karena sifatnya yang samar inilah tidak jarang orang yang terkena pun tidak merasa bersalah. Yakni, kesalahan yang bersifat batiniah, misalnya sombong, ujub, ria, dengki, selalu merasa benar sedang yang lain salah, dan semacamnya. Maka, berjagalah.” (Akhmad Muhaimin Azzet)

Iklan

About Akhmad Muhaimin Azzet

Menulis untuk media cetak, buku, dan blog. Editor freelance di beberapa penerbit buku. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin, Yogyakarta.

2 responses »

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…
    Kerana itu manusia selalu dianggap tidak pernah terlepas dari kesalahan di dunia ini. Baik kesalahan zahir mahupun kesalahan bathin. Sebenarnya, kesalahan bathin lebih kerap dilakukan berbanding yang lahiriah. terima kasih mas sudah mengingatkan. salam hormat selalu dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Suka

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Mbak Siti Fatimah, oleh karena itulah kita semestinya secara terus-menerus setiap hari memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya, yang di antaranya dengan membaca istighfar. Sama-sama ya, Mbak, terima kasih juga telah singgah kemari.

      Salam dari Jogja, Indonesia.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s